Kulitku hitam terbakar terik matahari
pekat serupa kemah-kemah Kedar
Aku tertindas sebagai penjaga kebun-kebun anggur
hingga tak ada waktu mengurus diri sendiri
Sekalipun hitam, hatiku tak kalah indah dibanding tira-tirai istana
Aku kebun tertutup, sebuah tembok, dan buah dadaku menaranya
Kekasihku, aku bukan cemburu
Aku jantung hatimu, jangan peluk siapa pun selain aku
Kekasihku tahu bahwa cinta sekuat maut
Hawa nafsu berkuasa laksana kematian
Nyala apinya berkobar dahsyat
Membeli cinta pasti menuai penghinaan
Air bah tak mampu memadamkan cinta
Banjir tak dapat menghanyutkan asmara
Kekasihku tahu bersama dia aku bahagia
Dia tahu mata indahku bukan mata penggoda
23 Juli 2011

0 komentar:
Posting Komentar