Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Selasa, 30 Agustus 2011

MEMPELAI PRIA


Kekasihku, cintaku, jantung hatiku
Aku kangen menatap pipi molekmu
Engkau cantik jelita
Lehermu indah berkalung permata
Rambutmu bak kawanan domba menuruni lembah
Bibirmu menyala bagaikan seutas pita merah
Pipimu serupa belahan buah delima
Buah dadamu laksana dua anak rusa

O dindaku
Gerik mata merpatimu yang tersembunyi di balik cadar menawan hatiku
Sungguh elok mulutmu
Kata-katamu serasa susu semanis madu

O merpatiku, menari di celah-celah batu
Datanglah manisku, marilah jelitaku!
Lihatlah, aku diterjang badai rindu
Biarlah aku melihat wajahmu, mendengar suaramu

Laksana bunga bakung di tengah semak berduri
Demikian kekasihku di antara para putri
Ia adalah kebun bertembok, mata air terkunci rapat
Di sana tumbuh pohon-pohon delima, buah-buah paling lezat
bunga pacar dan narwatsu
mur dan gaharu

Aku datang ke kebunku
Kukumpulkan mur dan rempah-rempah
Kumakan sarang lebah
Kuminum susu, madu, dan air anggurku

O dinda yang anggun
Bukalah pintu
Kepalaku basah bertabur embun
Aku merindukan cintamu
Lengkung pahamu laksana perhiasan berwarna pualam
Pusarmu bagaikan timbunan gandum
Lehermu seperti menara gading
Buah dadamu bak kijang kembar dua merumput di antara bunga bakung
Engkau sungguh cantik jelita, yang tercinta di antara yang kusuka
Tubuhmu seanggun pohon kurma dan buah dadamu gugusan buahnya
Ingin aku memanjat pohon kurma itu dan memperoleh buah-buahnya

O dinda, nafasmu harum
Mulutmu semanis air anggur!
Ingin aku pergi ke gunung mur,
hingga angin pagi berhembus melenyapkan malam

O kekasihku yang menawan
Engkau adalah buah hatiku
Aku tidak membeli cintamu
Aku setia menanti di peraduan

Gubahan: Yulius La Dossa
24 Juli 2011

0 komentar: