Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Kamis, 08 September 2011

Banyak Cara Mati

“Banyak cara untuk mati, tapi hanya sedikit cara untuk bertahan hidup,” kata penyiar radio Erica Bain dalam film “The Brave One”. Makna kata-katanya kuat dan dalam. Erica, diperankan Jodie Foster, lewat siaran ‘Street Walk’ mengulas sudut-sudut New York. Kota Patung Liberty ini disebutnya sebagai anugerah, tempat paling aman di muka bumi. Kedamaian New York ia gambarkan dengan narasi yang indah dan memukau.
          Tentang dirinya, Erica bilang, “Ada orang asing menguasai hidupku, tak ada cara untuk kembali pada diriku yang dulu. Orang asing ini sekarang adalah aku”. Kalimatnya lugas dan bernas.
Ketika Erica menikmati udara New York bersama tunangan (David) dan anjing kesayangan, segerombolan preman mendadak menyerang. David tewas. Anjingnya dibawa kabur. Erica sendiri koma selama tiga minggu.
The Brave One mengisahkan anak manusia bertahan hidup, tahap demi tahap hingga bangkit kembali.
Setiap orang pasti punya pengalaman pahit seperti Erica, sekalipun dalam bentuk kisah berbeda. Erica dapat bangkit karena dia memiliki harapan. Secara naluriah, orang yang memiliki harapan besar akan terdorong untuk meraih sesuatu yang besar.
Henry Ford, sang kaisar di kerajaan mobil, mengatakan, keterpurukan merupakan kesempatan untuk memulai kembali dengan cara yang lebih cerdas.
Ketika kita mengalami keterpurukan, janganlah menganggap keterpurukan adalah akhir dari perjalanan hidup kita. Bila pernah mengalami keterpurukan, kita justru mempunyai kesempatan untuk memulai kembali dengan lebih bijak. Seperti dikatakan W Somerset Maugham, “Tidak selamanya Anda mendapat apa yang Anda inginkan dari kehidupan ini, tetapi Anda akan mendapatkan apa yang Anda harapkan”.
Banyak cara untuk mati, tetapi bila sedang terpuruk, tetaplah semangat. Tanamkan harapan positif kepada diri Anda, orang lain, lingkungan, dan kepada dunia.

0 komentar: