CEPLAS-CEPLOS!
Beginilah gaya bertutur Hazmi Srondol dalam novel komedi bertajuk “Srondol Gayus Ke Italy”
yang diluncurkan di Instituo Italiano Di Cultura, Jakarta, (14/4). Selain
Hazmi, Bang Yos (Gubernur DKI Jakarta 1999-2009), Lily Wahid (Anggota DPR),
Ingrid Widjanarko (Artis, Penulis Buku), Maria Dominique (Penulis Buku), dan
Imanuel Hakim Sensei (Aikido) juga ikut ambil bagian sebagai pembicara saat
peluncuran.
Bak kisah “Srondol Gayus Ke
Italy”, para pembicara mengundang ger-geran mengocok perut hadirin. Seperti Bang
Yos, dengan santainya menggoda Hazmi. Katanya, “Kami memang sama-sama dari
sebuah desa di Semarang. Bahkan tempat kelahiran saya lebih desa dibanding
Hazmi Srondol, tapi soal rezeki beda. Saya jenderal, dia bukan.” Hahaha…
“Penulis
buku ini memang mirip dengan Gayus, tapi jangan korup ya seperti Gayus,” canda
Bang Yos.
Sutiyoso, nama asli mantan Gubernur DKI Jakarta ini, mengakui, gaya bahasa
novel “Srondol Gayus Ke
Italy” sederhana, menggunakan bahasa gaul, dan cara menceritakannya
pun dengan bahasa gaul. “Inilah yang bikin kita ketawa-tawa membacanya,”
terangnya.
Bang Yos mengungkapkan, ia suka dengan tokoh Rubah dalam novel Hazmi Srondol.
“Tokohnya memang amit-amit, selalu jadi sasaran tembak teman-temannya, dan
sangat dibenci oleh Srondol. Tapi sosok Rubah ini penuh akal, dan kalau mau jujur,
tanpa sadar kita pun seringkali berlaku seperti Rubah,” ujarnya.
Seperti kelucuan-kelucuan yang dialami Srondol sewaktu menjalankan tugas ke
Italy bersama Rubah, Alim, dan Adul, Bang Yos pun bercerita tentang pengalaman
pertamanya ketika pergi ke luar negeri, Taiwan. Kisah yang dialami Bang Yos tak
kalah menggelikan dibanding Srondol.
Menyusul
pengakuan lucu yang dikemukakan Bang Yos ketika pergi ke luar negeri, hal
serupa, dengan kisah berbeda, dialami pula oleh Lily Wahid dan Ingrid
Widjanarko. Cerita mereka jelas saja mengundang tawa dan senyum di bibir tamu
undangan.
“Kisah dalam novel ini dengan jujur menunjukkan kelakuan kita bila pergi ke
luar negeri. Paling sederhana, seperti Srondol, saya pun kalau pergi ke luar
negeri, pasti tidak pernah lupa bawa alat masak,” kata Lily Wahid. Selanjutnya
anggota DPR ini bercerita mengenai kelucuan-kelucuan yang dialaminya.
Novel
komedi “Srondol Gayus Ke
Italy” memang kocak. Aroma ger-geran sudah terasa sejak novel dibuka dengan
topik ‘Gayus Vs Srondol’. Hazmi dengan cerdas berhasil memotret kisah
keseharian yang diolah dari sudut pandang seorang komedian.
Sewaktu
berada di Italia, Rubah dan Srondol kebelet pipis, sementara toilet umum sulit
dicari. Setelah Rubah melepas hajat kecilnya di ujung gang, Srondol mengikuti
arah petunjuk Rubah. Ia berjalan melintasi gang kecil dan sepi. Sampai di rumah
warna kuning pastel, Srondol pun kencing.
Selagi Srondol dalam hati berkata, “Duh, legaaaaaa banget”, sebuah suara
menyapanya. “Srondol! Sedang apa kamu di bawah sana!”
Srondol melongok ke atas. Deg! Jantungnya serasa mau copot. Ada perempuan bermantel
putih di lantai atas rumah, sebelah rumah yang Srondol jadikan toilet dadakan.
Ia menutup muka dan mulut pakai tangan.
Srondol kenal suara dan wajah itu. Itu suara dan wajah Bianca, perempuan Italia
yang naksir berat kepadanya.
Peristiwa konyol yang dialami Srondol di gang kecil di muka hanya secuil
kelucuan yang dipoles dengan apik oleh Hazmi Srondol. Dan sepanjang kisah yang
dituangkan sang penulis, halaman demi halaman, bab demi bab, bermuara kepada:
Tawa Jujur Ala Srondol. (YPS)
0 komentar:
Posting Komentar