Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Selasa, 06 September 2011

Tawa Jujur Ala Srondol

CEPLAS-CEPLOS! Beginilah gaya bertutur Hazmi Srondol dalam novel komedi bertajuk “Srondol Gayus Ke Italy” yang diluncurkan di Instituo Italiano Di Cultura, Jakarta, (14/4). Selain Hazmi, Bang Yos (Gubernur DKI Jakarta 1999-2009), Lily Wahid (Anggota DPR), Ingrid Widjanarko (Artis, Penulis Buku), Maria Dominique (Penulis Buku), dan Imanuel Hakim Sensei (Aikido) juga ikut ambil bagian sebagai pembicara saat peluncuran.
            Bak kisah “Srondol Gayus Ke Italy”, para pembicara mengundang ger-geran mengocok perut hadirin. Seperti Bang Yos, dengan santainya menggoda Hazmi. Katanya, “Kami memang sama-sama dari sebuah desa di Semarang. Bahkan tempat kelahiran saya lebih desa dibanding Hazmi Srondol, tapi soal rezeki beda. Saya jenderal, dia bukan.” Hahaha…
             “Penulis buku ini memang mirip dengan Gayus, tapi jangan korup ya seperti Gayus,” canda Bang Yos.
            Sutiyoso, nama asli mantan Gubernur DKI Jakarta ini, mengakui, gaya bahasa novel “Srondol Gayus Ke Italy” sederhana, menggunakan bahasa gaul, dan cara menceritakannya pun dengan bahasa gaul. “Inilah yang bikin kita ketawa-tawa membacanya,” terangnya.
            Bang Yos mengungkapkan, ia suka dengan tokoh Rubah dalam novel Hazmi Srondol. “Tokohnya memang amit-amit, selalu jadi sasaran tembak teman-temannya, dan sangat dibenci oleh Srondol. Tapi sosok Rubah ini penuh akal, dan kalau mau jujur, tanpa sadar kita pun seringkali berlaku seperti Rubah,” ujarnya.
            Seperti kelucuan-kelucuan yang dialami Srondol sewaktu menjalankan tugas ke Italy bersama Rubah, Alim, dan Adul, Bang Yos pun bercerita tentang pengalaman pertamanya ketika pergi ke luar negeri, Taiwan. Kisah yang dialami Bang Yos tak kalah menggelikan dibanding Srondol.
Menyusul pengakuan lucu yang dikemukakan Bang Yos ketika pergi ke luar negeri, hal serupa, dengan kisah berbeda, dialami pula oleh Lily Wahid dan Ingrid Widjanarko. Cerita mereka jelas saja mengundang tawa dan senyum di bibir tamu undangan.
            “Kisah dalam novel ini dengan jujur menunjukkan kelakuan kita bila pergi ke luar negeri. Paling sederhana, seperti Srondol, saya pun kalau pergi ke luar negeri, pasti tidak pernah lupa bawa alat masak,” kata Lily Wahid. Selanjutnya anggota DPR ini bercerita mengenai kelucuan-kelucuan yang dialaminya.
Novel komedi “Srondol Gayus Ke Italy” memang kocak. Aroma ger-geran sudah terasa sejak novel dibuka dengan topik ‘Gayus Vs Srondol’. Hazmi dengan cerdas berhasil memotret kisah keseharian yang diolah dari sudut pandang seorang komedian.
             Sewaktu berada di Italia, Rubah dan Srondol kebelet pipis, sementara toilet umum sulit dicari. Setelah Rubah melepas hajat kecilnya di ujung gang, Srondol mengikuti arah petunjuk Rubah. Ia berjalan melintasi gang kecil dan sepi. Sampai di rumah warna kuning pastel, Srondol pun kencing.
            Selagi Srondol dalam hati berkata, “Duh, legaaaaaa banget”, sebuah suara menyapanya. “Srondol! Sedang apa kamu di bawah sana!”
            Srondol melongok ke atas. Deg! Jantungnya serasa mau copot. Ada perempuan bermantel putih di lantai atas rumah, sebelah rumah yang Srondol jadikan toilet dadakan. Ia menutup muka dan mulut pakai tangan.
            Srondol kenal suara dan wajah itu. Itu suara dan wajah Bianca, perempuan Italia yang naksir berat kepadanya.
            Peristiwa konyol yang dialami Srondol di gang kecil di muka hanya secuil kelucuan yang dipoles dengan apik oleh Hazmi Srondol. Dan sepanjang kisah yang dituangkan sang penulis, halaman demi halaman, bab demi bab, bermuara kepada: Tawa Jujur Ala Srondol. (YPS)


0 komentar: