Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Minggu, 11 September 2011

SEMBILAN SEPTEMBER BERDARAH***

Matahari belum bolong menyengat ubun-ubun
Aku duduk menyapu pagi
Merajut mimpi buat anak dan ibu
Sebuah mobil melintas tanpa hati
Sekejap asap serupa jamur raksasa mengapung
Kepala meledak,
serpihan daging beterbangan: pecah!
hatiku tinggal keping

O, Tuhan
Langkahku membeku
Kaca-kaca, lampu-lampu,
hancur berjatuhan
Orang-orang berlarian memegang kepala
Tubuh-tubuh mandi darah
Ceceran merah saga meleleh terus
Tiga polisi terkapar di jalan

O, siapa itu?
Pria muda terbakar mesiu
Lelaki bermata sipit berjalan panik
"Aku melihat rahang bawah lepas tinggal gigi atas," katanya.
"Ada sepotong kaki terlempar puluhan meter," kataku.
"Aku memungut banyak potongan jemari," katamu.

Selepas matahari bolong
Anak kehilangan bapak
Ibu kehilangan anak
Suami-istri kehilangan kebersamaan

Mataku berleleran
Tak sanggup berkata: "Biadab!"

Yulius La Dossa
--10/09/2004—

***Dimuat di harian REPORTER edisi 11 September 2004

0 komentar: