Matahari belum bolong
menyengat ubun-ubun
Aku duduk menyapu pagi
Merajut mimpi buat anak
dan ibu
Sebuah mobil melintas
tanpa hati
Sekejap asap serupa
jamur raksasa mengapung
Kepala meledak,
serpihan daging
beterbangan: pecah!
hatiku tinggal keping
O, Tuhan
Langkahku membeku
Kaca-kaca, lampu-lampu,
hancur berjatuhan
Orang-orang berlarian
memegang kepala
Tubuh-tubuh mandi darah
Ceceran merah saga
meleleh terus
Tiga polisi terkapar di
jalan
O, siapa itu?
Pria muda terbakar
mesiu
Lelaki bermata sipit
berjalan panik
"Aku melihat
rahang bawah lepas tinggal gigi atas," katanya.
"Ada sepotong kaki
terlempar puluhan meter," kataku.
"Aku memungut
banyak potongan jemari," katamu.
Selepas matahari bolong
Anak kehilangan bapak
Ibu kehilangan anak
Suami-istri kehilangan
kebersamaan
Mataku berleleran
Tak sanggup berkata:
"Biadab!"
Yulius La Dossa
--10/09/2004—
***Dimuat di harian
REPORTER edisi 11 September 2004
0 komentar:
Posting Komentar