Tak ada tempat bagi sang egois
di rumah kami. Kami adalah orang yang mensucikan kebersamaan. Saling berbagi
rasa, rata, dan kata, diletakkan di pucuk kekuasaan berdasar konsensus. Tunas
keakuan dilarang tumbuh, di atas ranjang sekalipun
Pernah terpikir, aku ingin
sekali menyiram tempat tidur kami dengan sedrum bensin lalu memercikkan lelatu
api. Aku ingin melihat bola api menjulang tinggi dan aku ada dalam gulungannya.
Lalu aku mati, jadi hantu, dan engkau menjerit-jerit.
Kebersamaan dan kehendak mati
konyol –memang-- tak pernah bersekutu di satu titik. Laksana rel: kebersamaan
menuntut kehadiran makhluk asing, mati konyol tidak.
Egoisme dilarang di rumah kami. Aku
menjadi munafik lantaran darahku mengandung mesiu pemberontakan.
Yulius La Dossa
(Jakarta, 1995)
0 komentar:
Posting Komentar