Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Sabtu, 17 September 2011

NEGERI KURCACI

Tak ada tempat bagi sang egois di rumah kami. Kami adalah orang yang mensucikan kebersamaan. Saling berbagi rasa, rata, dan kata, diletakkan di pucuk kekuasaan berdasar konsensus. Tunas keakuan dilarang tumbuh, di atas ranjang sekalipun
Pernah terpikir, aku ingin sekali menyiram tempat tidur kami dengan sedrum bensin lalu memercikkan lelatu api. Aku ingin melihat bola api menjulang tinggi dan aku ada dalam gulungannya. Lalu aku mati, jadi hantu, dan engkau menjerit-jerit.
Kebersamaan dan kehendak mati konyol –memang-- tak pernah bersekutu di satu titik. Laksana rel: kebersamaan menuntut kehadiran makhluk asing, mati konyol tidak.
Egoisme dilarang di rumah kami. Aku menjadi munafik lantaran darahku mengandung mesiu pemberontakan.

Yulius La Dossa
(Jakarta, 1995)

0 komentar: