Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Kamis, 08 September 2011

Konflik, Lawan!

Ketika masih bayi, kita adalah sosok yang visioner, lucu, lugu, dan dapat merasakan bahwa life is a game. Saat itu kita adalah The Only You. Ketika mulai berinteraksi dengan orang lain yang bisa menimbulkan pola polarisasi, konfrontasi, paradoksal, interaksi partnership, dan sebagainya, dimulailah proses konflik dengan orang lain, lingkungan, dan dunia.
Pada saat seperti itu kita bukan lagi The Only You, melainkan The Conflicted You. Atas konflik itulah akhirnya tercipta apa yang disebut kemenangan dan kekalahan yang berujung menjadi The Real You. Jika kita memilih mengambil kendali kemenangan dengan cara menyelesaikan setiap konflik sedini mungkin, sehingga tidak memengaruhi energi positif yang ada dalam diri, dapat dipastikan kita akan keluar menjadi pemenang. Sebaliknya jika konflik terus dibiarkan, bahkan kita izinkan untuk memimpin atau mengendalikan hidup kita, maka kita akan menjadi sosok yang diinginkan oleh konflik tersebut yang cepat atau lambat akan membawa kita menuju kekalahan. Ibarat bermain catur, ketika mengalami langkah blunder, posisi sang raja bakal terjepit dan akhirnya tumbang.
Saat konflik menghampiri, lawanlah. Hadapi dengan membuang negative side-effect yang ditimbulkan. Jangan berdiam diri atau membiarkan konflik berkembang, entah itu terjadi dalam hubungan keluarga, tetangga, persahabatan, bisnis, kerja, dan sebagainya. Berdiam diri dalam sebuah konflik berarti siap mengalami kekalahan, sifatnya bukan ngalah. Kekalahan semacam ini dapat menimbulkan luka batin yang dalam dan sulit dilupakan. Luka batin semacam ini akan membuat kita mengalami kekalahan demi kekalahan. 
Ketika menghadapi konflik, tinggalkanlah pepatah yang mengatakan, orang yang tidak pernah salah adalah orang yang tidak pernah melakukan apa-apa.

0 komentar: