= = = = = = = = = =
Judul:
Awakening The Dragon Within
Penulis:
Johanes Ariffin Wijaya
Penyunting:
Deesis Edith M
Penerbit:
PT Bhuana Ilmu Populer
Tahun:
Jakarta, Januari 2008
Tebal:
170 hal
= = = = = = = = =
Orang Tionghoa
dikenal pintar berdagang, pandai membangun jaringan bisnis. Kelebihan ini
diyakini berhubungan erat dengan karakter naga, dan ternyata siapa pun dapat
menginstal karakter bisnis naga, termasuk networker.
Marketer ala China bukan lagi
sebuah rahasia. Johanes Ariffin Wijaya mengupasnya lewat buku “Awakening The Dragon Within”. Caranya,
cukup mengadopsi karakter bisnis naga, setiap orang memiliki bekal menjadi
seorang marketer atau networker sepintar orang Tionghoa.
Jo –panggilan akrab Johanes
Ariffin Wijaya— mengungkapkan, sejak ribuan tahun silam masyarakat Tiongkok
percaya bahwa naga merupakan simbol keberuntungan, kebijaksanaan, pembaruan,
kekuatan, dan lambang produktivitas. Naga diyakini sebagai sumber kekuatan
magis yang mampu mengontrol angin, hujan, gerak alam raya, dan penghubung
antara manusia dan dunia gaib.
Orang Tionghoa adalah keturunan
naga. Pasalnya, orang Tionghoa selalu menyebut diri sebagai generasi naga.
Sebutan keturunan naga dimulai pada zaman Kaisar Huang Di. Konon, sebelum Huang
Di menyatukan bagian tengah Tiongkok, totem mereka adalah beruang. Setelah
Chiyou takluk dan Tiongkok disatukan, Huang Di melepaskan totem lama dan mulai
menyembah totem baru, yaitu naga yang bagian kepalanya terdiri dari totem beruang
dan badannya serupa ular.
Setelah naga menjadi totem nenek
moyang orang Tionghoa, bangsa ini pun berhubungan erat dengan naga. “Jika nenek
moyang bangsa Tionghoa menurut dongeng adalah generasi naga, maka anak-cucu
bangsa Tionghoa tentu saja adalah generasi naga,” tulis Jo.
Sukses Ala Sang
Naga
Setiap orang memiliki parameter
memaknai kesuksesan. Sang naga juga mempunyai ukuran mengenai kesuksesan. Bagi
naga, sukses adalah suatu konsep dan kondisi. Kekayaan adalah suatu kewajiban.
Dan kebahagiaan adalah hak. Lantaran sukses, kekayaan, dan kebahagiaan
melahirkan senyum paling indah, sang naga menginginkan keseimbangan antara
sukses, kekayaan, dan kebahagiaan.
Di antara kesuksesan, kekayaan,
dan kebahagiaan, bagi sang naga posisi kesehatan menempati tangga paling
penting. Menurut naga, kesehatan yang baik sama pentingnya dengan kesuksesan.
Naga percaya bahwa ketenaran, kekayaan, dan kekuasaan tidak berarti apa-apa
jika seseorang sakit. Bagi naga, kesehatan sangat penting, dari dulu hingga
sekarang.
Sang naga mengingatkan, seseorang
dikatakan berhasil atau sukses ketika mereka dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan
hidup mereka. Oleh karena itu, kekayaan merupakan komponen kesuksesan, meskipun
hal itu tidak melulu merujuk pada kekayaan materi berlimpah, tetapi bisa saja
berupa kekayaan ilmu, kekayaan teman baik (ho
peng), atau memiliki keluarga yang baik dan bahagia.
Dalam dunia kerja, karakter naga
adalah bekerja tanpa kenal lelah. Bekerja adalah kenikmatan. Lebih banyak
bekerja, lebih banyak kenikmatan yang diperoleh. Sang naga juga tidak asal
kerja. Baginya seseorang dikatakan sukses jika dia berhasil menyeimbangkan
antara kerja keras (work hard), kerja
cerdas (work smart), dan bekerja
dengan ikhlas (work heart).
Karakter lain dari naga yang
sukses adalah selalu berkata dan bersikap jujur. Naga meyakini, jika ingin masa
depan cerah, jagalah kejujuran dan kepercayaan, karena kepercayaan melahirkan
kekuatan. Saling menjaga kepercayaan di dalam hubungan kerja sama membuat kita
berpikiran positif. Prasangka baik dan kekuatan ini akan berlanjut sampai
beberapa generasi mendatang. Maksudnya, jika bisa menjaga kepercayaan dengan
rekan bisnis, generasi kedua dari rekan bisnis juga akan dapat bekerja sama
dengan kita.
Satu pelajaran dari sang naga,
jangan menganggap remeh persoalan menjaga kepercayaan. Sebab sekali seseorang
berkata, bersikap, atau berbuat tidak jujur, sulit sekali untuk mendapatkan
kepercayaan kembali.
Predikat orang yang “bisa
dipercaya” sangat tinggi nilainya dalam lingkungan masyarakat Tionghoa. Dalam lingkungan
bisnis, para naga menempatkan syarat “bisa dipercaya” pada urutan pertama dalam
kerangka penilaian manusia berkualitas. Tanpa adanya unsur rasa kepercayaan,
tak akan ada transaksi bisnis. Bagi sang naga, kepercayaan merupakan motor
penggerak bisnis.
Masih ada sejumlah karakter naga
yang lain yang dipaparkan penulis pada sejumlah halaman “Awakening The Dragon Within“. Setiap marketer atau networker dapat
menginstal karakter-karakter naga ini ke dalam dirinya. Caranya diperlihatkan
Johanes Ariffin Wijaya di bab terakhir. (yps)*
0 komentar:
Posting Komentar