MALAM
LEBARAN
Bulan
di atas kuburan
di atas kuburan
1955
Sumber:
Rindu Kelana, Sitor Situmorang, Grasindo, Jakarta, 1994
Rindu Kelana, Sitor Situmorang, Grasindo, Jakarta, 1994
LA RONDE
I
Senandung lupa pertemuan malam
Dengan dirinya, memisah di kamar
Meninggi musim hingga salju
Jatuh, hingga bertambah lapar
Senandung lupa pertemuan malam
Dengan dirinya, memisah di kamar
Meninggi musim hingga salju
Jatuh, hingga bertambah lapar
Dua kisah
tak bertubuh
Rasuk-merasuk bau kehadirannya
"Sekira mati begini," bisik gelap
Di puncak nikmat, hingga ke subuh
Rasuk-merasuk bau kehadirannya
"Sekira mati begini," bisik gelap
Di puncak nikmat, hingga ke subuh
Terbaring
di dada malam. "Milikku seluruh,"
erang detik mengalir dalam ciuman,
kegemasan bibir meraba waktu
memadat jadi tubuh perempuan.
erang detik mengalir dalam ciuman,
kegemasan bibir meraba waktu
memadat jadi tubuh perempuan.
Meninggi
musim hingga ke subuh
Jendela dibuka melihat salju jatuh
Jendela dibuka melihat salju jatuh
II
Adakah yang lebih indah
dari bibir padat merekah?
Adakah yang lebih manis
Dari gelap dibayang alis?
Adakah yang lebih indah
dari bibir padat merekah?
Adakah yang lebih manis
Dari gelap dibayang alis?
Di
keningnya pelukis ragu:
Mencium atau menyelimuti bahu?
Tapi rambutnya menuntun tangan
Hingga pinggulnya, penuh saran
Mencium atau menyelimuti bahu?
Tapi rambutnya menuntun tangan
Hingga pinggulnya, penuh saran
Lalu paha,
pualam pahatan
Mendukung lengkung perut.
Berkisar di pusar, lalu surut
Agak ke bawah, ke pusat segala.
Mendukung lengkung perut.
Berkisar di pusar, lalu surut
Agak ke bawah, ke pusat segala.
Hitam
pekat, siap menerima.
Dugaan indah.
Dugaan indah.
Ah, dada
yang lembut menekan hati
Terimalah
kematangan mimpi lelaki!
Terimalah
kematangan mimpi lelaki!
III
Kau dewiku, penghibur malam hampa
Segala perbuatan siang yang sia-sia
Kebosanan abadi jadilah lupa
Dan badan hancur nikmat terasa!
Kau dewiku, penghibur malam hampa
Segala perbuatan siang yang sia-sia
Kebosanan abadi jadilah lupa
Dan badan hancur nikmat terasa!
Di matamu
api ingin tak puas
Membakar tulang, hingga ke sumsum diperas.
Kuserahkan pada binatang malam hari,
Nafsumu, semakin buas dan menjadi.
Membakar tulang, hingga ke sumsum diperas.
Kuserahkan pada binatang malam hari,
Nafsumu, semakin buas dan menjadi.
Adakah
candi pedupaan lebih mulia
Dari kesucian pualam tubuhmu?
Adakah lebih pemurah dari pangkuanmu
Dan panas rahmat dirangkul mulut dosa?
Dari kesucian pualam tubuhmu?
Adakah lebih pemurah dari pangkuanmu
Dan panas rahmat dirangkul mulut dosa?
Padamu
seluruh setia dan sembah
Sajak penyair dan mimpi indah!
Kelupaan sesaat, terlalu nikmat
Pada siksa ingin semakin melumat.
Sajak penyair dan mimpi indah!
Kelupaan sesaat, terlalu nikmat
Pada siksa ingin semakin melumat.
1955
Sumber:
Rindu Kelana, Sitor Situmorang, Grasindo, Jakarta, 1994
Rindu Kelana, Sitor Situmorang, Grasindo, Jakarta, 1994
THE TALE
OF TWO CONTINENTS
Satu rasa
dua kematian
Satu kasih dua kesetiaan
Antara benua dan benua
Tertunggu rindu samudra
Satu kasih dua kesetiaan
Antara benua dan benua
Tertunggu rindu samudra
Dua kota
satu kekosongan
Dua alamat satu kehilangan
Antara nyiur dan salju
Merentang ketidakpedulian tuju
Dua alamat satu kehilangan
Antara nyiur dan salju
Merentang ketidakpedulian tuju
Semoga
kasih tahu jalan kembali
Pada pintu yang membuka dinihari
Ke mana angin membawa diri
Pada pintu yang membuka dinihari
Ke mana angin membawa diri
Kekasih,
semoga kau
Dapat kepenuhan cinta dalam aku tiada
Terpecah dua benua, suatu kelupaan di
...Sisik samudra.
Dapat kepenuhan cinta dalam aku tiada
Terpecah dua benua, suatu kelupaan di
...Sisik samudra.
1953
Sumber:
Rindu Kelana, Sitor Situmorang, Grasindo, Jakarta, 1994
Rindu Kelana, Sitor Situmorang, Grasindo, Jakarta, 1994
SURAT
KERTAS HIJAU
Segala kedaraannya
tersaji hijau muda
Melayang di lembaran surat musim bunga
Berita dari jauh
Sebelum kapal angkat sauh
Melayang di lembaran surat musim bunga
Berita dari jauh
Sebelum kapal angkat sauh
Segala
kemontokan menonjol di kata-kata
Menepis dalam kelakar sonder dusta
Harum anak dara
Mengimbau dari seberang benua
Menepis dalam kelakar sonder dusta
Harum anak dara
Mengimbau dari seberang benua
Mari, Dik,
tak lama hidup ini
Semusim dan semusim lagi
Burung pun berpulangan
Semusim dan semusim lagi
Burung pun berpulangan
Mari, Dik,
kekal bisa semua ini
Peluk goreskan di tempat ini
Sebelum kapal dirapatkan
Peluk goreskan di tempat ini
Sebelum kapal dirapatkan
1953
Sumber:
Rindu Kelana, Sitor Situmorang, Grasindo, Jakarta, 1994
Rindu Kelana, Sitor Situmorang, Grasindo, Jakarta, 1994
0 komentar:
Posting Komentar