Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Senin, 12 September 2011

PUISI-PUISI TAUFIQ ISMAIL


BERI DAKU SUMBA

.......di Uzbekistan, ada padang terbuka dan berdebu
...........aneh, aku jadi teringat Umbu

Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka
Di mana matahari membusur api di atas sana
Rinduku pada Sumba adalah rindu peternak perjaka
Bilamana peluh dan tenaga tanpa dihitung harga

Tanah rumput, topi rumput dan jerami bekas rumput
Kleneng genta, ringkik kuda dan teriakan gembala
Berdirilah di pesisir, matahari ‘kan terbit dari laut
Dan angin zat asam panas dikipas dari sana

Beri daku sepotong daging bakar, lenguh kerbau dan sapi malam hari
Beri daku sepucuk gitar, bossa nova dan tiga ekor kuda
Beri daku cuaca tropika, kering tanpa hujan ratusan hari
Beri daku ranah tanpa pagar, luas tak terkata, namanya Sumba

Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda
Yang turun menggemuruh di kaki-kaki bukit yang jauh
Sementara langit bagai kain tenunan tangan, gelap coklat tua
Dan bola api, merah padam, membennam di ufuk teduh

Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka
Di mana matahari bagai bola api, cuaca kering dan ternak melenguh
Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda
Yang turun menggemuruh di kaki-kaki bukit yang jauh

1970
Sumber:
SBSB 2005, Horison, Ditjen Dikdasmen 2005



DEPAN SEKRETARIAT NEGARA

Setelah korban diusung
Tergesa-gesa
Ke luar jalanan

Kami semua menyanyi
“Gugur Bunga”
Perlahan-lahan

Perajurit ini
Membuka baretnya
Airmata tak tertahan

Di puncak Gayatri
Menunduklah bendera
Di belakangnya segumpal awan.

1966
Sumber:
Jakarta dalam Puisi Indonesia, Ed. Ayip Rosidi, Dewan Kesenian Jakarta, cetakan pertama, 1972.

0 komentar: