MENGERJAKAN yang
biasa-biasa saja dengan cara yang luar biasa, adalah ciri utama jurnalis tangguh.
Sedang-sedang pun kecerdasannya, asal vitalitas dalam pekerjaan tinggi, ia dapat
menjadi wartawan profesional. Masing-masing, dan rata-rata kita semua, punya
vitalitas itu. Kita tinggal menggunakannya!
Persoalannya sekarang, bagaimana meliput dan menulis
laporan pers (misalnya berita atau human
interest) yang ringkas, menarik, mencakup (komprehensif), dan menjelaskan (interpretatif)?
Meliput
Berita
Teknik meliput berita, kita harus tahu ke mana mencari
informasi, siapa yang harus ditanyai? Mark Potter, wartawan televisi ABC, menamakan data sumber berita sebagai
kitab suci. Ke mana pun dia pergi, ia selalu membawa kitab suci berupa buku
lusuh seukuran 17 x 23 cm berisi nama, profesi, alamat, nomor telepon, dan
keterangan lain si sumber berita (narasumber). “Saya tidak bisa bekerja tanpa
buku ini,” kata Mark.
Sejumlah petunjuk yang dapat membantu mengumpulkan
informasi, tulis Eugene J Webb dan Jerry R Salancik dalam artikel “The
Interview or the Only Wheel in Town” yang dimuat di Journalism Monographs edisi November 1966, meliputi: observasi langsung
dan tak langsung, proses wawancara, penelitian bahan-bahan dokumen publik, dan
partisipasi dalam peristiwa.
Menulis
Berita
Teknik menulis berita, “Terapkan gaya sederhana.” Inilah
bahasa radio dan televisi. “Berita yang bagus adalah yang bisa dibaca
seolah-olah tengah didengar atau dilihat langsung.”
Manfaatkan kiat 5W + 1H, kepanjangan dari Who (siapa), What (apa), When (kapan),
Where (di mana), Why (mengapa), dan How (bagaimana).
Enam unsur ini harus segera ditangkap dan langsung tampilkan pada awal tulisan.
Jangan lupa, dalam perkembangan, unsur 5W + 1H ditambahi 1S atau So what (lalu apa?). Apa artinya berita dimaksud
bagi pembaca atau bagaimana pengaruhnya terhadap pembaca?
Sewaktu menulis, pilih mana yang paling penting atau
menarik dari unsur 5W + 1H + 1S. Bila Who,
langsung tempatkan sebagai kalimat pembuka tulisan. Contoh:
Miss Y (who),
seorang pengusaha garmen, semalam (when)
diketemukan tewas (what) di
kediamannya di Perumahan ABCD, Jakarta Pusat (where). Melihat luka-luka tikaman di sekujur tubuh korban (how), ia diduga dibunuh karena motif
balas dendam (why). Pihak kepolisian
menahan Mr X (so what) yang sehari
sebelumnya terlihat bertengkar hebat dengan korban.

0 komentar:
Posting Komentar