api
mencubit kamar
bunda
berpulang
kasur
terbakar
ayah
menghilang
hatiku
dilumat bimbang
kuserahkan
cemasku di dada bidang
ai, ai,
ai,... bahtera kehilangan tempat bersandar
lelakiku
berteriak dungu: enyahlah perempuan lacur
aku
tersenyum liar
bermain
lotere di pundak selingkuhan
handuk
putih kulempar
madu
dan mata indah kupertaruhkan
jiwaku
bersenandung
dua
malam bibirku ditelan
mulutku
tertawa sinting
subuh
ketiga hatiku dicampakkan
Oh,
Tuhan...
Inilah
hamba-Mu yang tidak berguna
Yulius
La Dossa
--07/04/2011--
0 komentar:
Posting Komentar