Karya: Yulius La Dossa
Note:
1. Properti: petasan, bendera merah-putih,
dan kaset operete (sudah tersedia)
2. Kostum dan make-up: bebas/disesuaikan dengan
tokoh operete
3. Pemain: Aktor/Aktris, Deklamator,
Penyanyi, Operator, Penari
4. Unsur pertunjukan: kolaborasi opera (musik-lagu-teater),
deklamasi, dan tarian
|
No
|
Skenario
|
Audio (yang terdengar)
|
Visual (yang terlihat)
|
Durasi
|
|
00
|
Host
|
[Suara/
pengantar dari MC mengundang pertunjukan pentas seni anak-anak RT 012 RW 011]
|
Pembawa acara/MC
|
-----
|
|
01
|
Opening
|
Bunyi petasan
|
Operator I, II, III, IV membunyikan petasan tanpa terlihat oleh penonton.
|
17 detik
|
|
02
|
Scene 1
|
Kaset Operete 1: dialog
opera para pelaku, disampaikan dengan nyanyian diiringi musik [narasi
mengenai kondisi sosial-ekonomi-politik Indonesia yang crowded].
|
Operator V segera mengaktifkan Kaset Operete 1.
Aktor/Aktris melakonkan materi Operete 1.
Deklamator naik panggung 10 detik sebelum Operete 1
berakhir.
|
5 menit
|
|
03
|
Scene 2
|
Deklamator:
“Selamatkan Indonesiaku,” katamu.
“Selamatkan Indonesiaku,” kata dia.
“Selamatkan Indonesiaku,” kataku.
Tapi kenapa kita selalu berkelahi di ujung jalan hanya gara-gara berbeda
warna baju?
Lihatlah pelangi. Bukankah Tuhan sang pemilik segala warna?
“Selamatkan Indonesiaku,” kata mereka.
“Selamatkan Indonesiaku,” kata kalian.
“Selamatkan Indonesiaku,” kata kami.
Tapi kenapa kita tidak bisa duduk semeja hanya gara-gara sebuah kursi?
Lihatlah hatimu. Bukankah tidak ada yang baru di bawah matahari?
O, Tuhan...
Tuhan yang maha penyayang
Ampunilah segala kekhilafan dan kesalahan kami
O, Tuhan,...
Tuhan yang maha baik
Tik tak tik
|
Aktor + Aktris sehabis membawakan Operete 1, berdiri di
belakang Deklamator.
Aktor/Aktris mengiringi deklamasi Deklamator dengan
irama/suara di mulut lagu Kebyar-Kebyar-nya Gombloh. Aktor/Aktris berpegangan tangan satu sama lain, seirama
menggoyangkan tubuh.
Operator V menyiapkan Kaset Operete 2 dan menekan tombol
on 10 detik sebelum deklamasi selesai.
Deklamator sehabis tampil bersatu dengan Aktor/Aktris
|
1 menit
|
|
04
|
Scene 3
|
Penyanyi/ Kaset Operete
2:
Indonesia
Merah darahku
putih tulangku
Bersatu dalam
semangatmu
Indonesia
Debar jantungku
getar nadiku
Berbaur dalam
angan-anganmu
Kebyar-kebyar
Pelangi jingga
Indonesia nada
laguku
Symphoni
perteguh
Selaras dengan
symphonimu
Kebyar-kebyar
Pelangi jingga
Oh,...
[Biarpun bumi
berguncang
Kau tetap
Indonesiaku
Andaikan
matahari
terbit dari
Barat
Kau pun
Indonesiaku
Tak sebilah
pedang yang tajam
dapat palingkan
daku darimu]
Kusingsingkan
lengan
Rawe-rawe
rantas
Malang-malang tuntas
Denganmu,...
Wow,...
Reff
Indonesia
Merah darahku
putih tulangku
Bersatu dalam
semangatmu
Indonesia
Debar jantungku
getar nadiku
Berbaur dalam
angan-anganmu
Kebyar-kebyar
Pelangi jingga
Uuh,... ha ha
ha ha ha... uh...
Indonesia
Merah darahku
putih tulangku
Bersatu dalam
semangatmu
Indonesia
Debar jantungku
getar nadiku
Berbaur dalam
angan-anganmu
Indonesia nada
laguku
symphoni
perteguh
Selaras dengan
symphonimu
Indonesia
Merah darahku
putih tulangku
Bersatu dalam
semangatmu
Indonesia
Debar jantungku
getar nadiku
Berbaur dalam
angan-anganmu
|
Aktor/Aktris membawakan lakon “Kebyar-Kebyar” (Operete 2).
Penari membawakan Tarian Merah-Putih.
|
6 menit
|
|
05
|
Closing
|
|
Seluruh Artis menutup pertunjukan dengan memberi hormat
kepada penonton, lalu turun panggung.
[Acara diambil alih oleh Host/ MC]
|
|
|
TOTAL: 12 Menit+17
Detik
|
Pondok
Maharta, 14 Mei 2008
0 komentar:
Posting Komentar