Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Minggu, 11 September 2011

SELAMATKAN INDONESIAKU

Karya: Yulius La Dossa

Note:
1. Properti: petasan, bendera merah-putih, dan kaset operete (sudah tersedia)
2. Kostum dan make-up: bebas/disesuaikan dengan tokoh operete
3. Pemain: Aktor/Aktris, Deklamator, Penyanyi, Operator, Penari
4. Unsur pertunjukan: kolaborasi opera (musik-lagu-teater), deklamasi, dan tarian

No
Skenario
Audio (yang terdengar)
Visual (yang terlihat)
Durasi
00
Host
[Suara/ pengantar dari MC mengundang pertunjukan pentas seni anak-anak RT 012 RW 011]
Pembawa acara/MC
-----
01
Opening
Bunyi petasan
Operator I, II, III, IV membunyikan petasan tanpa terlihat oleh penonton.
17 detik
02
Scene 1
Kaset Operete 1:  dialog opera para pelaku, disampaikan dengan nyanyian diiringi musik [narasi mengenai kondisi sosial-ekonomi-politik Indonesia yang crowded].
Operator V segera mengaktifkan Kaset Operete 1.
Aktor/Aktris melakonkan materi Operete 1.
Deklamator naik panggung 10 detik sebelum Operete 1 berakhir.
5 menit
03
Scene 2
Deklamator:  
“Selamatkan Indonesiaku,” katamu.
“Selamatkan Indonesiaku,” kata dia.
“Selamatkan Indonesiaku,” kataku.
Tapi kenapa kita selalu berkelahi di ujung jalan hanya gara-gara berbeda warna baju?
Lihatlah pelangi. Bukankah Tuhan sang pemilik segala warna?

“Selamatkan Indonesiaku,” kata mereka.
“Selamatkan Indonesiaku,” kata kalian.
“Selamatkan Indonesiaku,” kata kami.
Tapi kenapa kita tidak bisa duduk semeja hanya gara-gara sebuah kursi?
Lihatlah hatimu. Bukankah tidak ada yang baru di bawah matahari?

O, Tuhan...
Tuhan yang maha penyayang
Ampunilah segala kekhilafan dan kesalahan kami

O, Tuhan,...
Tuhan yang maha baik
Tik tak tik
Aktor + Aktris sehabis membawakan Operete 1, berdiri di belakang Deklamator.
Aktor/Aktris mengiringi deklamasi Deklamator dengan irama/suara di mulut lagu Kebyar-Kebyar-nya Gombloh. Aktor/Aktris berpegangan tangan satu sama lain, seirama menggoyangkan tubuh.
Operator V menyiapkan Kaset Operete 2 dan menekan tombol on 10 detik sebelum deklamasi selesai.
Deklamator sehabis tampil bersatu dengan Aktor/Aktris
1 menit

04
Scene 3
Penyanyi/ Kaset Operete 2:
Indonesia
Merah darahku putih tulangku
Bersatu dalam semangatmu
Indonesia
Debar jantungku getar nadiku
Berbaur dalam angan-anganmu
Kebyar-kebyar
Pelangi jingga

Indonesia nada laguku
Symphoni perteguh
Selaras dengan symphonimu
Kebyar-kebyar
Pelangi jingga
Oh,...

[Biarpun bumi berguncang
Kau tetap Indonesiaku
Andaikan matahari
terbit dari Barat
Kau pun Indonesiaku
Tak sebilah pedang yang tajam
dapat palingkan daku darimu]

Kusingsingkan lengan
Rawe-rawe rantas
Malang-malang tuntas
Denganmu,... Wow,...

Reff
Indonesia
Merah darahku putih tulangku
Bersatu dalam semangatmu
Indonesia
Debar jantungku getar nadiku
Berbaur dalam angan-anganmu
Kebyar-kebyar
Pelangi jingga
Uuh,... ha ha ha ha ha... uh...

Indonesia
Merah darahku putih tulangku
Bersatu dalam semangatmu
Indonesia
Debar jantungku getar nadiku
Berbaur dalam angan-anganmu
Indonesia nada laguku
symphoni perteguh
Selaras dengan symphonimu
Indonesia
Merah darahku putih tulangku
Bersatu dalam semangatmu
Indonesia
Debar jantungku getar nadiku
Berbaur dalam angan-anganmu
Aktor/Aktris membawakan lakon “Kebyar-Kebyar” (Operete 2).
Penari membawakan Tarian Merah-Putih.













6 menit

05
Closing


Seluruh Artis menutup pertunjukan dengan memberi hormat kepada penonton, lalu turun panggung.
[Acara diambil alih oleh Host/ MC]

                                                                                                   
TOTAL: 12 Menit+17 Detik
    
Pondok Maharta, 14 Mei 2008


0 komentar: