Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Rabu, 14 September 2011

Teknik Menulis Surat Cinta

Jadul! Kuno! Nggak zaman!
            Komentar semacam itu boleh jadi muncul ketika mendengar ajakan menulis surat cinta. Tak apa. Toh, keterampilan menulis --mengolah kata-kata-- tetap tak tergantikan oleh teknologi apa pun. Sebaliknya, boleh jadi gara-gara belajar menulis surat cinta, Anda malah ketagihan menulis yang membawa Anda melahirkan puisi, prosa, cerpen, novelet, atau novel. Minimal mulai tertarik menulis catatan harian.
            Bila mempraktikkan tips menulis surat berikut ini, yang penulis edit dan revisi dari http://www.iniunik.web.id, boleh jadi Anda baru mengakui bahwa menulis surat cinta ternyata cukup ribet, repot, tidak gampang. Tapi percayalah, setelah rampung menulisnya, suasana hati Anda bakal berbeda. Mau coba?
1.      Persiapan. Bersihkan meja tulis Anda. Letakkan foto orang yang Anda kasihi di depan Anda. Berikutnya, putar musik kesayangan Anda yang bikin Anda rileks. Bagaimanapun, untuk membuat kalimat-kalimat romantis, Anda memerlukan suasana yang romantis juga.
2.      Perlengkapan. Pilih kertas surat, amplop, dan alat tulis dengan tinta terbaik. Sediakan pula kertas buram untuk keperluan membuat konsep. Di kertas ini, tuliskan tentang kualitas cinta dan harapan-harapan Anda.
3.      Pembuka Surat. Di bagian kata pembuka surat, ucapkan salam mesra, penuh makna kasih sayang, seperti, “Halo Sayang”, “Sayangku”, dan semacamnya. Jangan lupa menyantumkan lokasi, tanggal, bulan, dan tahun surat ditulis, contohnya: Jakarta, 14 September 2011. Menyebutkan tanggal dan tempat seperti ini, surat cinta Anda memiliki nilai historis untuk disimpan dan dibaca berulang-ulang oleh si dia.
4.      Isi Surat. Setelah membuka dengan ucapan salam mesra, rinci bagaimana hati Anda tercuri oleh si dia. Ungkapkan apa yang Anda pikirkan tentang dia, kekaguman Anda, dan mengapa dia begitu spesial. Nyatakan paling tidak dua hal penting yang membuat Anda jatuh cinta, entah rambutnya yang indah, matanya yang menawan, atau bibirnya yang bagus. Pokoknya, di bagian ini, wajib memuji dia. Walau Anda sejenius Einstein, perbanyak menuliskan perasaan ketimbang pikiran atau pengamatan. Pasalnya, surat cinta bukanlah skripsi atau karya ilmiah. Surat cinta adalah ungkapan hati. Akhirnya, tuliskan harapan-harapan dan angan-angan Anda bila dia menerima cinta Anda.
5.      Penutup Surat. Akhiri surat dengan kata-kata romantis, misal, “Aku Cinta Kamu”, “Aku Sayang Kamu”. Jangan lupa membubuhkan tanda tangan di surat yang Anda tulis.
6.      Minyak Wangi. Biar lebih romantis, semprotkan minyak paling wangi di kertas surat dan amplopnya.
7.      Endapkan. Setelah surat cinta selesai ditulis, sebaiknya jangan langsung dikirimkan, endapkan sehari dua hari, siapa tahu Anda berubah pikiran. Bila Anda benar-benar  sudah yakin, silakan layangkan. Boleh juga Anda simpan di lemari catatan facebook.
8.      Menunggu. Surat cinta sudah terkirim, kini Anda tinggal menanti jawaban.
9.      Mudah bukan? Simak contoh surat cinta berikut ini.

Hanya untuk ade terkasih,
MRN
            Ade, gimana kabarmu? Semoga baik-baik saja ya! Ketika surat ini abang layangkan, abang juga baik-baik saja.
            Ade, setelah jumpa pertama kita, abang makin sayang ade. Tiada hari tanpa bayangan ade di dalam kepala abang. Abang sungguh merasakan betapa berartinya kehadiran ade di hati ini. Entah apa yang bakal terjadi bila kelak ade tak ada di sisi abang, tak lagi menemani hari-hari abang esok hari.
            Ade, banyak hal tak terlupakan dalam pertemuan pertama kita. Abang ingat betul, sehabis makan pecel lele dan nasi uduk malam itu, kita pulang jalan kaki sambil bergandengan tangan menembus rintik hujan. Sekalipun rinai hujan berubah deras, kita tetap santai melangkahkan kaki. Kita nikmati tikaman-tikaman hujan yang makin lama makin membasahi tubuh dan busana yang kita kenakan. Kita tidak berusaha lari mencari tempat berteduh, malah tertawa-tawa di permainkan derai hujan.
            Ade, peristiwa diterpa hujan itu pasti merupakan pengalaman pertama di usia dewasa kita. Bagi abang, kejadian itu mengandung makna bahwa ade sungguh mencintai abang, siap jalan bersama abang dalam kondisi apa pun. Makna lebih jauh, kita tidak akan gentar menghadapi persoalan-persoalan yang mungkin menghadang di kemudian hari.
            Satu hal penting, beruntung selama ini abang tidak sudi mendengarkan kelemahan-kelemahan yang ade utarakan setiap abang minta untuk bertemu. Ade selalu mengatakan bahwa ade tidak secantik yang abang bayangkan. Rupanya itu adalah perasaan minder ade. Setelah bertemu, apa yang ade kemukakan tidak betul. Terbukti ade memiliki kulit yang halus, pancaran bola mata yang indah, belahan bibir yang sempurna, dan aroma mulut yang harum.

            Ade, setelah perjumpaan pertama kita, abang kepingin bertemu lagi, bertemu lagi, dan bertemu lagi. Ade bukan hanya perempuan cerdas, ade juga teman ngobrol dan curhat yang enak. Abang belum pernah bertemu perempuan sebaik ade. Tak salah bila abang jatuh cinta setengah mati untuk ade seorang. Kapan ade punya waktu untuk abang temui lagi? Abang akan  merindukan pertemuan berikutnya. Abang ingin berdansa bersama ade selama-lamanya.
            Ade, sekian dulu surat abang. I love you!

Jakarta, 14 September 2011
Abang yang takkan letih mencintaimu,

--ttd--
YLD

0 komentar: