Mencapai kebebasan finansial dengan mengandalkan gaji,
misalnya hanya bekerja sebagai pegawai seperti guru, sungguh tidak gampang. Kenyataan
ini diakui oleh AB Wijaya, setiap hari waktunya habis di jalan untuk pulang dan
pergi mengajar, harus turun-naik bus sampai delapan kali sehari. Penghasilannya
hanya bertahan dalam tempo 10 hari, setelah itu utang sana-sini.
AB Wijaya hanya contoh kecil dari
sekian banyak orang yang menekuni profesi sebagai guru dengan penghasilan minim
atau pas-pasan. Setelah menekuni bisnis MLM, AB Wijaya dapat mencapai kebebasan
finansil. Peluang ini dimungkinkan karena bisnis MLM bukan hanya menyediakan
kebebasan waktu, tetapi juga kebebasan finansial.
AB Wijaya masuk ke industri MLM bukan
tidak menghargai pekerjaan guru. Ia mencintai dunia pendidikan, tetapi di lain sisi
ia memiliki impian untuk mencapai kebebasan finansial. Bila ia bertahan
menjalani profesi sebagai guru, kapan dia dapat mencapai impian-impian dan
kebebasan finansial yang ia idamkan?
Jalan tol untuk mencapai kebebasan finansial
yang ditempuh AB Wijaya dan guru-guru lain yang menekuni bisnis MLM adalah
pilihan tepat. Logika ini dapat dipahami dengan membayangkan bahwa seorang guru
rata-rata bekerja 8 jam sehari. Satu bulan, bila dikurangi 4 hari libur,
berarti 8 jam x 26 hari = 208 jam. Dalam satu tahun, 208 jam x 12 bulan = 2.496
jam.
Jika dalam jaringannya seorang guru memiliki
1.000 anggota yang rata-rata bekerja satu jam sehari untuk bisnis MLM, maka dia
dapat menggantikan produktivitas jam kerjanya yang setahun (2.496) hanya dalam
tempo 2,496 jam!
Dengan waktu yang sangat singkat
tersebut, pekerjaan setahun dapat diselesaikan dalam tempo 2,496 jam.Sseorang
guru memiliki peluang waktu berlebih untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan
menjadi seorang entrepreneur di
bisnis MLM.
Satu catatan kecil, seperti dikatakan
pemerhati entrepreneur Aribowo Prijosaksono, esensi seorang entrepreneur mencapai garis finish bukanlah menjadi business owner maupun investor, melainkan
mencapai kebebasan finansial serta dapat meraih
impian-impiannya. Bila dia pun mencapai level business owner maupun investor di tengah perjalanan hidupnya
sebagai entrepreneur, itu soal lain lagi. [o]
0 komentar:
Posting Komentar