Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Jumat, 09 September 2011

Guru di Bisnis MLM

Mencapai kebebasan finansial dengan mengandalkan gaji, misalnya hanya bekerja sebagai pegawai seperti guru, sungguh tidak gampang. Kenyataan ini diakui oleh AB Wijaya, setiap hari waktunya habis di jalan untuk pulang dan pergi mengajar, harus turun-naik bus sampai delapan kali sehari. Penghasilannya hanya bertahan dalam tempo 10 hari, setelah itu utang sana-sini.
          AB Wijaya hanya contoh kecil dari sekian banyak orang yang menekuni profesi sebagai guru dengan penghasilan minim atau pas-pasan. Setelah menekuni bisnis MLM, AB Wijaya dapat mencapai kebebasan finansil. Peluang ini dimungkinkan karena bisnis MLM bukan hanya menyediakan kebebasan waktu, tetapi juga kebebasan finansial.
          AB Wijaya masuk ke industri MLM bukan tidak menghargai pekerjaan guru. Ia mencintai dunia pendidikan, tetapi di lain sisi ia memiliki impian untuk mencapai kebebasan finansial. Bila ia bertahan menjalani profesi sebagai guru, kapan dia dapat mencapai impian-impian dan kebebasan finansial yang ia idamkan?
          Jalan tol untuk mencapai kebebasan finansial yang ditempuh AB Wijaya dan guru-guru lain yang menekuni bisnis MLM adalah pilihan tepat. Logika ini dapat dipahami dengan membayangkan bahwa seorang guru rata-rata bekerja 8 jam sehari. Satu bulan, bila dikurangi 4 hari libur, berarti 8 jam x 26 hari = 208 jam. Dalam satu tahun, 208 jam x 12 bulan = 2.496 jam.
          Jika dalam jaringannya seorang guru memiliki 1.000 anggota yang rata-rata bekerja satu jam sehari untuk bisnis MLM, maka dia dapat menggantikan produktivitas jam kerjanya yang setahun (2.496) hanya dalam tempo 2,496 jam!
          Dengan waktu yang sangat singkat tersebut, pekerjaan setahun dapat diselesaikan dalam tempo 2,496 jam.Sseorang guru memiliki peluang waktu berlebih untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan menjadi seorang entrepreneur di bisnis MLM.
          Satu catatan kecil, seperti dikatakan pemerhati entrepreneur Aribowo Prijosaksono, esensi seorang entrepreneur mencapai garis finish bukanlah menjadi business owner maupun investor, melainkan mencapai kebebasan finansial serta dapat meraih impian-impiannya. Bila dia pun mencapai level business owner maupun investor di tengah perjalanan hidupnya sebagai entrepreneur, itu soal lain lagi. [o]

0 komentar: