Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Jumat, 23 September 2011

MATI DIJAJAH PIKIRAN

Suatu malam di Inggris, tahun 1950. Seperti biasa, semua truk sebuah perusahaan daging masuk pangkalan penyimpanan truk. Seorang sopir yang siangnya menyerempet pohon hingga daging  di pendingin truk berceceran, berinisiatif membersihkannya, agar esok pagi tidak terlambat mengantar daging-dagingnya.
Selagi sibuk membersihkan, pintu yang hanya dapat dibuka dari luar ditutup seseorang. Sang sopir diam saja. Dia berpikir penjaga malam sedang bergurau. Tak lama terdengar bunyi pintu-pintu ditutup. Dia mulai sadar, penjaga malam tidak sedang bergurau, tetapi juga tidak tahu bahwa ada seseorang di dalam pendingin truk yang dinginnya bisa mencapai -5 °C - 10°C.
Sang sopir mulai panik. Dia berteriak sekuat tenaga, memukul, dan menendang pintu berulang-ulang. Setelah satu jam berusaha,  dia kelelahan dan lama-lama hilang harapan. Semua usaha yang dia lakukan terasa sia-sia. Ia menggigil. Hawa dingin terasa menusuk tulang. Dia mulai berpikir bahwa dia tak akan dapat bertahan sampai esok pagi. Hidupnya segera berakhir dalam beku.
Benar! Esoknya sang sopir ditemukan sudah meninggal dengan sepucuk surat di tangan. Polisi penyelidik menemukan, pendingan truk rusak, mungkin karena terbentur pohon. Suhu pendingin tak lebih dari +5 °C s/d +10°C, hanya lebih dingin sedikit daripada suhu normal di Inggris. Namun, hasil otopsi menyatakan, dia meninggal dengan tanda-tanda beku. Penelitian dilanjutkan dan disimpulkan bahwa kebekuan pada darah dan tubuh korban bukan karena mesin pendingin, namun dipicu oleh kekuatan pikiran sang sopir.
Dalam suratnya, karena pengaruh kekuatan pikiran, si sopir menulis kata-kata dingin hingga 45 kali dan kata-kata tanpa harapan 21 kali.
Pikiran positif bagian keberhasilan. Jika berpikir mustahil, --walau keadaan sebenarnya mudah-- kekuatan raksasa di dalam diri membuat semuanya menjadi sulit. [o]

0 komentar: