Suatu malam di Inggris, tahun 1950. Seperti biasa, semua
truk sebuah perusahaan daging masuk pangkalan penyimpanan truk. Seorang sopir yang
siangnya menyerempet pohon hingga daging di pendingin truk berceceran, berinisiatif
membersihkannya, agar esok pagi tidak terlambat mengantar daging-dagingnya.
Selagi sibuk membersihkan, pintu yang hanya dapat
dibuka dari luar ditutup seseorang. Sang sopir diam saja. Dia berpikir penjaga
malam sedang bergurau. Tak lama terdengar bunyi pintu-pintu ditutup. Dia
mulai sadar, penjaga malam tidak sedang bergurau, tetapi juga tidak tahu bahwa
ada seseorang di dalam pendingin
truk yang dinginnya bisa mencapai -5 °C - 10°C.
Sang sopir mulai panik. Dia berteriak sekuat
tenaga, memukul, dan menendang pintu berulang-ulang. Setelah satu jam
berusaha, dia kelelahan dan lama-lama hilang harapan. Semua usaha yang dia lakukan
terasa sia-sia. Ia menggigil. Hawa dingin terasa menusuk tulang. Dia mulai
berpikir bahwa dia tak akan dapat
bertahan sampai esok pagi.
Hidupnya segera berakhir dalam beku.
Benar! Esoknya sang sopir ditemukan sudah
meninggal dengan sepucuk surat di tangan. Polisi penyelidik menemukan, pendingan truk rusak, mungkin karena terbentur pohon. Suhu
pendingin tak lebih dari +5 °C s/d +10°C, hanya lebih dingin sedikit daripada
suhu normal di Inggris. Namun, hasil otopsi menyatakan, dia meninggal dengan
tanda-tanda beku. Penelitian dilanjutkan dan disimpulkan bahwa kebekuan pada
darah dan tubuh korban bukan karena mesin pendingin, namun dipicu oleh kekuatan
pikiran sang sopir.
Dalam suratnya, karena pengaruh kekuatan
pikiran, si sopir menulis kata-kata
dingin hingga 45 kali dan kata-kata tanpa harapan 21 kali.
Pikiran positif bagian keberhasilan. Jika berpikir mustahil, --walau keadaan sebenarnya mudah-- kekuatan raksasa di dalam diri membuat semuanya menjadi sulit. [o]
Sumber
Foto/Ilustrasi: http://kekuatan-pikiranmu.blogspot.com

0 komentar:
Posting Komentar