Aku
adalah penulis kehidupanku
Hari
ini kuberi tinta putih
Kemarin
abu-abu
Kemarin
lalu hitam
Besok?
Maunya
kuberi warna pelangi
“Jangan
lupa kembalikan, pulpennya punya Tuhan,” katamu
“Tidak!
Tidak akan kukembalikan,” kataku
Biar
Dia sendiri yang mengambilnya
Aku
selalu siap kapan pun hendak Dia ambil
Ketika
cahaya esok tiba
Aku
berbincang-bincang bersama hati dan pikiranku
Mereka
kompak berkata: "Jangan pergi!"
Aku
mengangguk sepakat
Urung
melakukan sebuah pengembaraan jauh ke negeri asing
Melupakan
perjalanan hitam putih
Aku
adalah penulis kehidupanku
Dan aku
adalah pembaca setianya
Yulius
La Dossa
--13/06/2011--
0 komentar:
Posting Komentar