Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Kamis, 08 September 2011

Pecundang

Less Brown dalam artikel “Learn To Be Winnermembagi manusia menjadi tiga kelompok. Pertama, Winner. Pemenang adalah orang yang hidup dengan keunggulannya. Ia mampu merealisasi dirinya dalam kapasitas paling optimal. Jiwa-jiwa pemenang selalu menaruh harapan untuk menang, meskipun realitas temporer mungkin mengkondisikan dirinya kalah. Ia memiliki keyakinan tinggi terhadap hukum pembalasan akhir, memiliki kontrol atas sesuatu yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan diri dan mampu bertindak sesuai tuntutan keadaan.
Kedua, Loser. Berbeda dengan karakteristik winner, seorang loser (pecundang) hidup dengan keterbatasan dan kelemahan. Dirinya adalah realisasi dari intimidasi orang lain dan keadaan. Dalam hal harapan, ia selalu dibayangi rasa takut bahwa hal-hal yang tidak diinginkan akan menimpanya. Dengan tingkat dominasi yang terlalu tinggi, akhirnya apa yang ia takutkan justru menjadi kenyataan.
Ketiga, Potential Winner. Kelompok ini merupakan potret orang yang belum menemukan dirinya secara utuh, tetapi tidak berhenti melakukan pencarian. Ia memiliki pondasi personal yang masih labil. Terkadang ia ingat cita-cita dan harapan optimis di hari depan, keyakinan yang begitu tinggi untuk mengalahkan tantangan, tetapi di saat yang berbeda ia terkadang lupa terhadap harapan dan keyakinan untuk menaklukkan tantangan. Kelompok ini berada di tengah-tengah. Hanya pilihan dan  kegigihan untuk terus maju yang bakal menobatkannya menjadi pemenang.
Menjadi seorang pemenang atau pecundang bukanlah kehendak Sang Khalik. Semua orang memiliki potensi untuk menjadi pemenang atau pecundang. Pilihannya ada di tangan Anda.
Bila Anda masuk kategori seorang loser, nikmatilah buahnya. Bagi seorang loser, seperti kata W. Somerset, “Hidup ini lucu. Jika Anda menolak untuk menerima segala sesuatu selain harapan baik, seringkali  justru yang terjadi Anda harus menerimanya”.

0 komentar: