Less Brown dalam artikel “Learn To Be Winner” membagi manusia menjadi tiga
kelompok. Pertama, Winner. Pemenang
adalah orang yang hidup dengan keunggulannya. Ia mampu merealisasi dirinya
dalam kapasitas paling optimal. Jiwa-jiwa pemenang selalu menaruh harapan untuk
menang, meskipun realitas temporer mungkin mengkondisikan dirinya kalah.
Ia memiliki keyakinan tinggi terhadap hukum pembalasan akhir, memiliki kontrol
atas sesuatu yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan diri dan mampu
bertindak sesuai tuntutan keadaan.
Kedua, Loser. Berbeda dengan karakteristik
winner, seorang loser (pecundang) hidup dengan keterbatasan dan
kelemahan. Dirinya adalah realisasi dari intimidasi orang lain dan
keadaan. Dalam hal harapan, ia selalu dibayangi rasa takut bahwa hal-hal
yang tidak diinginkan akan menimpanya. Dengan tingkat dominasi yang terlalu
tinggi, akhirnya apa yang ia takutkan justru menjadi kenyataan.
Ketiga, Potential Winner. Kelompok ini merupakan potret
orang yang belum menemukan dirinya secara utuh, tetapi tidak berhenti melakukan
pencarian. Ia memiliki pondasi personal yang masih labil. Terkadang ia ingat
cita-cita dan harapan optimis di hari depan, keyakinan yang begitu tinggi
untuk mengalahkan tantangan, tetapi di saat yang berbeda ia terkadang lupa terhadap
harapan dan keyakinan untuk menaklukkan tantangan. Kelompok ini berada di
tengah-tengah. Hanya pilihan dan kegigihan untuk terus maju yang bakal
menobatkannya menjadi pemenang.
Menjadi seorang pemenang atau pecundang bukanlah kehendak Sang Khalik. Semua
orang memiliki potensi untuk menjadi pemenang atau pecundang. Pilihannya ada di
tangan Anda.
Bila Anda masuk kategori seorang loser,
nikmatilah buahnya. Bagi seorang loser,
seperti kata W. Somerset, “Hidup ini lucu. Jika Anda menolak untuk
menerima segala sesuatu selain harapan baik, seringkali justru yang
terjadi Anda harus menerimanya”.
0 komentar:
Posting Komentar