Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Kamis, 08 September 2011

Keledai Tak Putus Asa

Suatu hari, seperti diceritakan Michael Lum Y dalam “No Failure, Only Success Delayed“, seorang petani berjalan bersama keledainya. Ia terpaksa menghentikan perjalanan karena sang keledai jatuh ke dalam sumur.
Ia melihat ke dalam sumur. Di dasar sumur tampak keledai tua miliknya yang terjatuh. Setelah melihat sumur tua yang tak terpakai, sang petani berpikir bahwa sumur itu sudah tidak ada gunanya.
Menganggap sumur dan keledai tak ada gunanya lagi, sang petani memanggil beberapa teman untuk mengubur keledai dan menutup sumur tua tersebut. Sedikit demi sedikit tanah pun mulai diuruk. Sang keledai sedih karena merasa tidak dihargai oleh tuannya. Tapi ia tidak putus asa. Tanah yang jatuh di pundaknya, digoncangnya, sehingga tanah jatuh ke bawah. Lalu sang keledai naik ke atas tanah tersebut. Demikian seterusnya, sang keledai naik terus.
Makin banyak tanah yang dilemparkan, makin dekat sang keledai ke permukaan, sampai akhirnya keledai tiba ke permukaan sumur dan berhasil loncat ke luar.
Menurut Michael Lum, kegagalan adalah tanah urukan yang berkali-kali harus kita pikul. Tetapi, jika kita dapat memanfaatkan kegagalan dengan baik, maka kegagalan dapat kita jadikan senjata untuk meraih kemenangan.
Dalam realitas kehidupan sehari-hari, jika dilihat dari suatu gambar piramida, jumlah orang yang sukses paling kecil sekaligus berada pada bagian paling atas dan orang yang disebut ‘manusia-manusia gagal’ berada pada bagian paling bawah piramida. Bila kita berada di bawah bagai keledai di dasar sumur, kata kuncinya: jangan pernah putus asa. Keputusasaan adalah milik manusia-manusia gagal.

0 komentar: