Begitu mendengar kematianmu, kugigit bibirku kuat-kuat hingga berdarah. Dua
hari kemudian bernanah. Nanah serupa tumbuh di dalam hati dan otakku. Ketika
nanah pecah, tiga ekor belatung sewarna mentega menggelepar di rongga mulutku. Sewaktu
melihatku menelan belatung hidup-hidup, engkau muntah. Huekkk!
Yulius La Dossa
--04/07/2011--
0 komentar:
Posting Komentar