Batin
yang kosong tak dapat
diganti dengan uang, justru menghabiskan uang.
Manusia yang menolak Tuhan dari dulu mencoba membeli ketenangan batin
dengan uang. Saya beritahu, kalau mereka berhasil, maka dari dulu tempat ibadah
sudah tutup. Tidak laku. Sebab mereka akan menjual obat
ketenangan batin dan menjadi kaya raya. Orang-orang tidak lagi membutuhkan
Tuhan. Tapi tidak bisa, sekalipun pakai
teknik aromatherapy, musictherapay, dan terapi-terapi lain,
ujung-ujungnya mereka harus melakukan sesuatu yang berhubungan dengan dunia
roh. Meditasi. Semacam doa.
Sebaliknya bila kita hanya
bergaul di lingkungan rohani saja, bisnis tidak pernah diurus, ya keliru juga!
Jadi hukum relationship penting sekali
dilakukan secara vertikal dan horisontal. Bergaullah dengan para orang
bijaksana, kita akan cenderung menjadi bijaksana. Bila kita masih
mudah ketularan, mudah rentan, lebih baik ketularan virus yang baik. Jangan
menyendiri.
Mungkin ada yang berargumen, kalau begitu kita harus menjadi
seperti rajawali. Betul. Tapi siapa bilang rajawali menyendiri? Rajawali memang
tidak bergaul dengan burung emperit atau ayam, tapi rajawali tidak menyendiri.
Rajawali bergaul dengan rajawali, punya keluarga rajawali, punya anak rajawali.
Rajawali adalah simbol kemandirian, bukan
kesendirian. Jadi, bangunlah kelompok rajawali, bukan segerombolan serigala,
apalagi kumpulan ayam!
Kita perlu
membangun relationship selain kepada
Tuhan, juga dengan sesama. Sebab sesama manusia tidak bisa menebak-nebak
apalagi mengenal isi hati kita. Kita yang harus membuka diri kepada dunia yang
hanya memandang sampai batas fisik atau rupa. Tunjukkan perhatian kita, jangan
jadi “Om Do Tante Tin” alias “Omong Doang Tanpa Terlihat Tindakannya”.
Ada hukum hubungan yang dipopulerkan oleh
tokoh marketing Indonesia yang diakui dunia dengan istilah compassion marketing. Artinya, kasihilah klien Anda.
0 komentar:
Posting Komentar