Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Kamis, 08 September 2011

Kasihi Klien Anda

Batin yang kosong tak dapat diganti dengan uang, justru menghabiskan uang.
Manusia yang menolak Tuhan dari dulu mencoba membeli ketenangan batin dengan uang. Saya beritahu, kalau mereka berhasil, maka dari dulu tempat ibadah sudah tutup. Tidak laku. Sebab mereka akan menjual obat ketenangan batin dan menjadi kaya raya. Orang-orang tidak lagi membutuhkan Tuhan. Tapi tidak bisa, sekalipun pakai teknik aromatherapy, musictherapay, dan terapi-terapi lain, ujung-ujungnya mereka harus melakukan sesuatu yang berhubungan dengan dunia roh. Meditasi. Semacam doa.
          Sebaliknya bila kita hanya bergaul di lingkungan rohani saja, bisnis tidak pernah diurus, ya keliru juga! Jadi hukum relationship penting sekali dilakukan secara vertikal dan horisontal. Bergaullah dengan para orang bijaksana, kita akan cenderung menjadi bijaksana. Bila kita masih mudah ketularan, mudah rentan, lebih baik ketularan virus yang baik. Jangan menyendiri.
          Mungkin ada yang berargumen, kalau begitu kita harus menjadi seperti rajawali. Betul. Tapi siapa bilang rajawali menyendiri? Rajawali memang tidak bergaul dengan burung emperit atau ayam, tapi rajawali tidak menyendiri. Rajawali bergaul dengan rajawali, punya keluarga rajawali, punya anak rajawali. Rajawali adalah simbol kemandirian, bukan kesendirian. Jadi, bangunlah kelompok rajawali, bukan segerombolan serigala, apalagi kumpulan ayam!
Kita perlu membangun relationship selain kepada Tuhan, juga dengan sesama. Sebab sesama manusia tidak bisa menebak-nebak apalagi mengenal isi hati kita. Kita yang harus membuka diri kepada dunia yang hanya memandang sampai batas fisik atau rupa. Tunjukkan perhatian kita, jangan jadi “Om Do Tante Tin” alias “Omong Doang Tanpa Terlihat Tindakannya”.
          Ada hukum hubungan yang dipopulerkan oleh tokoh marketing Indonesia yang diakui dunia dengan istilah compassion marketing. Artinya, kasihilah klien Anda.

0 komentar: