Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Jumat, 09 September 2011

Selama Ada Hidup, Ada Harapan!

Johanes Lim, Ph.D, CPC dikenal luas sebagai praktisi bisnis, konsultan, motivator, dan author. Di bidang bisnis, Johanes Lim paham betul mengenai dunia network marketing, agen asuransi, dan agen properti. Dia juga aktif menulis buku. Salah satu buku populernya adalah “RSQ THE MONEY MAKER”, sebuah buku penuntun yang mengajak pembaca bagaimana menjadi kaya.
          Berikut ini adalah petikan pemikiran Johanes Lim yang disajikan dalam bentuk Q and A (tanya-jawab). Pertanyaan-pertanyaan ini kerap diajukan kepadanya dalam pelbagai pertemuan seminar.

Q: Apa yang harus dilakukan seseorang untuk menjadi motivator yang hebat di bidang MLM?
A: Bila seseorang bercita-cita menjadi motivator di bidang MLM, maka dalam menjalankan bisnis MLM ini, Anda harus tiga kali lebih giat dibandingkan orang-orang kebanyakan. Manfaat pertama adalah bahwa Anda bisa sukses kaya dan bebas finansial. Kedua, Anda pasti mempunyai basis massa yang besar, serta berkemungkinan untuk didengarkan orang ketika melakukan presentasi atau memberikan kesaksian tentang success story Anda.
Dari sukses internal, mulailah tandem dengan motivator profesional berskala nasional, agar nama Anda juga diketahui oleh komunitas diluar bisnis MLM. Jika sudah cukup punya reputasi, Anda bisa “Flying Solo” menjadi motivator handal.
Begitulah. Hanya saran saya, jangan lupa untuk mengajarkan orang mengenai pentingnya tekad dan itikad untuk hidup benar dan berguna, bukan melulu pengejaran akan kesuksesan dan kekayaan.

Q: Apakah “The Power Of  Imagination” yang Anda ajarkan di buku RSQ THE MONEY MAKER adalah benar bisa memberikan hasil? Apakah benar jika saya mengimajinasikannya akan mudah merekrut downlines melalui BOP?
A: Seperti yang saya tulis bahwa “What you can imagine, you can make it happen” adalah benar bahwa tubuh dan perilaku kita bisa dipengaruhi dan bertindak sebagaimana yang kita percayai; dan kepercayaan itu bisa direkayasa melalui daya imajinasi; dan imajinasi bisa direkayasa melalui teknik affirmasi maupun sugesti.
Jadi, kalau Anda secara rutin melakukan teknik imajinasi seperti yang saya sampaikan, maka secara otomatis akan terbangun kesan pesan dipikiran bawah sadar sebagaimana yang Anda rekayasakan. Jika gambaran mental itu telah terbentuk menjadi kepercayaan, maka tanpa Anda sadari, tubuh dan perilaku Anda akan berperilaku sebagaimana yang sering Anda imajinasikan; apakah dari cara berbicara, perbendaharaan kata, entusiasme, maupun daya persuasinya.
Sebagai konsekwensi logis dari input atas output (hukum sebab akibat), maka hasil akhir juga terpengaruh menjadi seperti yang biasa Anda imajinasikan: Orang percaya kepada presentasi Anda, dan menjadi downline Anda!
Tentu saja, teknik imajinasi harus dibarengi dengan teknik presentasi yang bagus, sebab tidak ada gunanya Anda berani presentasi, namun cara dan isi presentasi Anda buruk.
Jadi saran saya: Ikutilah pelatihan cara melakukan BOP di perusahaan Anda, dan bacalah juga beberapa buku tentang cara presentasi yang efektif; serta jangan lupa meminta petunjuk dari leader yang Anda lihat bagus dalam melakukan presentasi.
Hal kedua, pelajarilah para presenter (siapa saja atau leader Anda) yang cara presentasinya memukau serta sangat efektif dalam memberikan hasil. Amatilah dengan seksama gaya bicaranya, kekuatan dan artikulasi bicaranya, penampilan fisiknya, perbendaharaan katanya, dan sebagainya sampai sedetil-detilnya; kemudian coba Anda tiru dan modifikasi agar sesuai dengan kepribadian Anda.
Hal ketiga, lakukanlah teknik imajinasi sebagaimana yang Anda baca pada buku RSQ. Jika mau lebih cepat dan efektif, tambahkan teknik afirmasi, menulis sambil mengucapkan, “Saya Presenter Persuasif, setiap orang percaya kepada saya dan menjadi downlines saya!”
Lakukan itu setiap hari di kertas ukuran A-4, sebanyak 10 halaman per hari, selama 21 hari. Menulisnya boleh dipilah-pilah jamnya, mungkin pagi tiga halaman, siang tiga halaman, dan malam empat halaman.
Bagaimana cara membuktikannya bahwa apa yang saya ajarkan sungguh bisa terbukti? Jawabannya: buktikanlah! Lakukanlah seperti yang telah saya ajarkan secara benar.

Q: Ada seseorang yang ingin sukses kaya seperti yang Anda ajarkan melalui buku RSQ THE MONEY MAKER. Persoalannya, dia termasuk miskin, hanya tamatan SMU, sudah tiga tahun lebih menganggur, dan sudah frustrasi dengan keadaannya hingga malas mencoba apa pun. Apa yang harus dia lakukan?
A:  Jangan frustrasi! Sebab kalau dia sendiri saja tidak lagi mau mencoba, tidak mau percaya kepada diri sendiri, bagaimana mungkin saya atau siapa pun juga bisa membantunya? Jika dia sudah malas untuk mencoba apa pun, apalagi yang bisa saya bantu?
Jadi, pertama-tama: tetaplah percaya kepada diri sendiri, seperti yang saya tulis bahwa untuk sukses kaya tidak tergantung kepada latar belakang SARAP (suku, agama, ras, antargolongan, pendidikan), melainkan lebih kepada SIKAP MENTAL. Orang dengan “Sikap Mental Kaya” akan bisa kaya sekalipun terlahir miskin. Sebaliknya, orang dengan “Sikap Mental Miskin” akan bisa jatuh miskin sekalipun terlahir kaya dan mendapat banyak warisan.
Di buku RSQ telah saya ajarkan cara “Memprogram ulang pikiran bawah sadar” agar seseorang memiliki “Positive Money Mindedness” dan “Success Mindedness”. Jadi, jangan hanya dibaca, melainkan praktikkanlah tugas kerja 21 hari yang saya anjurkan!
Kedua, mulailah bertindaj dari apa yang ada pada diri sendiri, bukan dari apa yang tidak ada. Jika Anda tidak bisa mencari peluang kerja, CIPTAKANLAH peluang kerja! Jika Anda tidak diterima menjadi karyawan, JADILAH BOSS! Jika Anda tidak punya modal, atau tidak punya keterampilan, carilah peluang usaha yang memungkinkan Anda mulai berbisnis dari apa yang Anda punya dan yang Anda mau.
Sekali lagi: NEVER GIVE UP! Seperti ada tertulis “Anjing yang hidup lebih baik daripada singa yang mati, sebab selama ada hidup, ada harapan!”

Q: Ada seorang praktisi MLM yang sudah cukup lama menjalankan bisnis ini dan  sekarang mempunyai jaringan hampir dua ratus ribu orang. Karena tergiur untuk lebih sukses kaya, dia dan rekan senior, berencana akan mendirikan perusahaan MLM. Pertanyaannya,apakah yang harus mereka persiapkan agar pasti sukses kaya?
A: Saya ucapkan ‘selamat’ atas itikad hebatnya untuk menjadi pengusaha MLM. Saya hanya bisa memberikan solusi, tetapi tidak bisa menjamin bahwa mereka pasti sukses kaya.
Sekalipun track-record mereka sebagai pemain MLM bisa menjadi bukti bahwa mereka adalah orang yang sukses, namun saya perlu mengingatkan bahwa untuk membuka sendiri perusahaan MLM yang berkemungkinan sukses merupakan perihal yang berbeda. Jika merasa akan bisa lebih mudah sukses karena telah berpengalaman menjalankan bisnis MLM, berhati-hatilah. Coba ingat-ingat, berapa banyak perusahaan MLM yang bangkrut dan bahkan layu sebelum berkembang, karena pendirinya mengandalkan modal yang mirip dengan mereka.
Mereka bisa sukses menggalang 200 ribuan orang, belum tentu karena fokus, melainkan bisa saja karena mereka tertarik pada bagusnya produk dan sistem pemasaran perusahaan MLM tempat mereka bergabung, sehingga belum tentu mereka bisa diajak pindah ke perusahaan MLM lain jika tidak lebih bagus dari sebelumnya.
Sekalipun profit dan prospek bisnis MLM nampak menggiurkan, namun untuk bisa sukses –apalagi bertahan sukses untuk waktu yang lama—perusahaan MLM harus memiliki minimal 5 Keys Success Factor, yakni: (1) Kredibilitas manajemen perusahaan, (2) Manfaat dan daya saing produk, (3) Manfaat dan kehebatan marketing plan, (4) Manfaat dan kehebatan program pemberdayaan members, dan (5) Inovasi yang berkesinambungan.
Jika kurang dari itu, maka ‘nasib’ perusahaan MLM itu belum tentu bisa bagus. Faktor kredibilitas manajemen menjadi penting karena masyarakat banyak yang tidak bisa membedakan mana perusahaan yang benar dan mana yang buruk, sehingga latar belakang Figur Management Team perusahaan menjadi penting untuk mengatasi skeptisme prospek.
Faktor mempunyai produk yang dipersepsi bagus dan unggul manfaat menjadi krusial. Masyarakat tidak lagi mudah diperdaya dengan menjual produk marginal dengan harga premium, karena mereka bisa membandingkannya dengan produk sejenis di pasaran.
Faktor marketing plan perlu dibuat bagus, menarik, dan menguntungkan, serta mudah dicapai oleh member, karena hampir semua orang yang menjadi member MLM pastilah bermotif uang. Jika marketing plan tidak memungkinkan member mendapat income yang lumayan besar dalam tiga bulan pertama, maka bisa dipastikan mereka akan mundur tanpa berita.
Faktor pemberdayaan member sangat penting untuk minimal mempertahankan semangat berusaha para member, idealnya bisa meningkatkan kompetensi dan motivasi serta produktivitas mereka ke level militan. Dengan program pemberdayaan intensif dan mitivasional, kita bisa men-drill sikap mental dan perilaku member agar menjadi fanatik.
Faktor inovasi berkesinambungan adalah untuk mencegah kematian, memperpanjang usia bisnis. Kita tahu bahwa jarang ada member MLM yang setia. Juga jarang ada konsumen yang setia. Kita manusia mudah bosan dan selalu ingin mencari sesuatu yang baru dan menggairahkan. Jika perusahaan tidak inovatif, maka akan segera membosankan dan ditinggal pergi member.

          Q: Apakah Anda percaya “hoki”? Apakah benar bahwa kalau belum hoki, bagaimanapun kita bekerja keras, tidak akan kaya? Apakah ada kiatnya agar kita selalu hoki?
          A: Hoki atau nasib baik atau keberuntungan, seyogyanya kita percayai. Dulu, ketika saya menulis buku “JUST DUIT” di tahun 2000, saya lebih cenderung tidak mempercayai adanya nasib baik. Menurut hemat saya, strategi dan perjuangan serta persistensi, adalah lebih baik daripada mengandalkan nasib baik; namun dalam buku “RSQ THE MONEY MAKER” saya agak lebih setuju tentang adanya peranan nasib baik dalam kesuksesan dan kekayaan seseorang.
Mengapa demikian? Karena dengan bertambahnya usia dan pengalaman, saya lebih bisa melihat realita mayoritas bahwa memang demikianlah misteri hidup: Ada orang yang nampaknya biasa-biasa saja, tidak saleh, tidak rajin, tidak pandai, tidak ganteng/cantik, tidak berkarakter cukup bagus; namun entah mengapa, bisa sukses dan kaya. Sebaliknya, ada orang yang saleh, rajin bekerja, hemat, berpendidikan tinggi, berpikiran positif, cukup ganteng/cantik; namun entah mengapa, hidupnya pas-pasan saja.
Sekalipun terdengar tidak adil, namun demikianlah realita hidup. Cobalah perhatikan, jika semua orang bisa sukses kaya dengan modal pendidikan tinggi, bekerja keras, dan berpikiran positif, maka seharusnya semua Sarjana Strata-2 ke atas sukses kaya; dan semua penganut positive thinking sukses kaya; dan semua pekerja keras sukses kaya!?
Namun, apa yang terjadi? Banyak orang yang berpendidikan tinggi hanya menjadi karyawan dari boss yang tidak berpendidikan tinggi; dan banyak Positive Thinker hanya bisa berwacana, berteori, berhalusinasi, berutopia dalam kehidupan yang tetap marginal; dan para pekerja keras hanya mendapatkan kelelahan fisik dan mental!
Saya teringat ajaran orang yang lebih tua dari saya bahwa, “Hokhi te’it, Punsu te’dji” (nasib baik nomor satu, kepintaran nomor dua). Nah jika Anda tanya, apakah saya percaya hoki serta bagaimana cara menarik nasib baik? Maka jawaban saya tetap konsisten, bahwa: sebagai manusia yang terbatas dan jauh dari sempurna, saya percaya akan adanya nasib baik ataupun nasib buruk; secara khusus, saya harus percaya bahwa ada “Faktor X” (Anda boleh menyebut X dengan TUHAN, atau Dewa, atau Langit, atau apa saja sesuai kepercayaan masing masing) yang juga ikut campur dalam kehidupan manusia, yang kuasa dan kehendak-NYA tidak bisa diprediksi ataupun dicegah.
Namun, sebagai Success Coach, saya harus berprilaku dan mengajarkan peranan pro-aktif manusia dalam menciptakan iklim yang kondusif terhadap kesuksesan dan kekayaan, yakni dengan adanya Success Driven Life, Continuous Learning, bekerja keras dan cerdas, persistensi, dan… tetap berdoa memohon berkat dan rahmat ALLAH.
Saya teringat akan istilah “Ora et Labora”, berdoa dan bekerja. Juga saya teringat sahabat Muslim saya yang mengutip, “ALLAH tidak mengubah nasib sesuatu kaum, sebelum kaum itu mengubah nasibnya sendiri”.
Jadi, yuk kita belajar dan bekerja sekeras mungkin, sehebat mungkin, sambil tetap berserah dan mengharapkan berkat serta kemurahan ALLAH. (Yulius P Silalahi)

0 komentar: