Kesan Bukan Kenyataan (Yulius La Dossa)

Jumat, 23 September 2011

TIPS SEPORSI ES KRIM


Seorang anak kecil masuk ke sebuah restoran terkenal. Sedikit berlari dengan langkah riang, ia menuju sebuah kosong lalu duduk. “Sangat ramai,” gumamnya. Lantas ia mengangkat tangannya, memanggil salah satu pelayan restoran. Seorang pelayan perempuan segera datang menghampiri sambil membawa buku menu makanan. “Mau pesan apa, dik?” tanyanya.
“Berapa harga satu porsi es krim bertabur strawbery dan cokelat itu?” Si anak balik bertanya sambil menunjuk salah satu gambar yang terpampang di tembok restoran. Si pelayan menjawab dua dolar. Anak itu memasukkan tangannya ke dalam saku dan mengeluarkan beberapa keping uang receh dan menghitungnya. “Kalau es krimnya tanpa strawberry dan cokelat berapa?”
“Satu dolar,” tukas pelayan itu. Anak itu kembali memasukkan tangannya ke saku yang lain, dia mengeluarkan recehan lagi, dan mulai menghitungnya. “Kalau es krimnya tanpa strawberry dan cokelat, serta cuma separuh porsi saja berapa?”
“Setengah dolar!” jawab pelayan agak ketus.
“Baik, saya pesan itu saja,” kata si anak lagi.
Pelayan itu segera kembali ke dapur. Beberapa saat kemudian pelayan menemui si anak sambil membawa pesanannya. Anak itu segera menikmati es krim dengan lahap. Setelah es krim selesai dimakan, pelayan membawa nota pembayaran. “Semua setengah dolar,” katanya sambil menyodorkan nota kepada si anak.
Seperti diceritakan Mary Jane dalam “Six Great Lesson”, si anak lalu mengeluarkan semua uang receh miliknya dan memberikannya kepada si pelayan. “Ini setengah dolar,” katanya. Kemudian, tangan anak itu merogoh saku belakangnya dan mengeluarkan selembar uang 10 dolar. “Dan ini tips untuk kamu.”
Jangan pernah menilai penampilan. Penampilan hanya sebuah kesan dan... Kesan bukan kenyataan![o]

Sumber Foto/Ilustrasi: http://agenicecream.blogspot.com

2 komentar:

agus roma mengatakan... ( Balas)

sepakat, penampilan hanyalah sebuah kesan. Salam kenal.

Yulius La Dossa mengatakan... ( Balas)

Tengkiu.